Jumat, 07 Juni 2013
Gadis kecil dari timur
Dia datang dari ujung timur pulau jawa bersama keluarganya untuk liburan sekolah, rumah bibi gadis kecil itu bersebelahan dengan rumahku orang tua kami yang mengenalkan kami berdua pertama kami malu untuk bersalaman dan berkenalan ibuku membujuku “ayo nak, ajak dia bermain”, akupun mengajak gadis kecil itu keluar untuk bermain dalam hitungan menit kami sudah akrab, tiap pagi hingga sore hari kami bermain bersama dan terkadang kami lupa untuk makan siang saking asiknya bermain sampai bibi dan sepupu gadis kecil itu mencari kami tapi kami sengaja bersembunyi di rimbunya taman kecil di sebelah rumah tanpa sengaja sepupunya menemukan kami dan kami melarikan diri sambil tertawa cekikikan membuat sepupu gadis itu setengah berteriak “heeiii… makan siang duluuu…!” dan serentak kami menjawab bersamaan “iii…..yaaaa…. sebentar lagiii…!.
Sambil tertawa kecil kami memasuki rumah bibi gadis kecil itu kamipun makan bersama tiada hari tanpa senyum gadis kecil yang ceria itu walaupun bahasa kami berbeda tapi kami saling mengerti apa yang kami ucapkan, pernah suatu sore hampir senja kami masih bermain di belakang rumah sampai orang tua kamigeleng-geleng kepala, dengan sabar beliau berkata “sudah sore nak, ayo… mandi dulu… kalian dari pagi sampe sore begini main terus apa kalian kalo besar nanti mau jadi pengantin ?”. kamipun menjawab sambil tersenyum “ iyaaa..!”. entah waktu itu kami tidak mangerti apa itu pengantin, ketika musim liburan sekolah hampir habis gadis kecil itu kembali ke kotanya bersama keluarganya dan kamipun berpisah, tiada lagi kegembiraan dan keceriaan di taman kecil sebelah rumah ataupun pekarangan di belakang rumah, aku selalu menunggu pada tiap liburan sekolah tapi gadis kecil dari ujung timur pulau jawa ini tak pernah kembali lagi.
Gadis kecil itu muncul dalam bayang mimpiku, nama itu masih kuingat terlekat kuat dalam otak kecilku setelah 20 tahun lebih berlalu bayangan ceria gadis kecil itu muncul kembali namun sayang hingga kini gadis kecil itu tak pernah ku jumpai dan kenangan masa kecil yang indah itu tak akan pernah terulang.
losari, july 27 2012
Perjalanan
aku masih terapung di samudra dan tak tahu dimana letak barat atau timur..
aku hanya terdiam takala ombak menyeretku yang kuinginkan hanya menemukan pulau hararapan..
aku bertanya pada ikan kecil,sering ku ceritakan pada angin, aku selalu mengadu pada lautan tapi apa jawab mereka...mereka diam membisu,mereka gelengkan kepala, mereka, mentertawakan aku,
aku bosan...
aku marah...
aku menangis...
aku benci semuanya...
suatu hari aku bertemu dengan seekor paus tua, dia ramah dan juga baik dia selalu menceritakan keindahan di dasar lautan dan dia ingin mengajaku ke dunianya, dia berkata "wahai anak muda..jika engkau mau ikut denganku ke dasar laut, engkau akan mendapatkan apa yang kau inginkan (sambil tersenyum dia melanjutkan) engkau ingin makanan..?
selalu ada, kau tak usah repot membuatnya, harta kekayaan..? banyak kau tinggal ambil, wanita cantik..? kau tinggal tunjuk...semua tersedia di sana, kurang apa semua itu ? buat apa kau repot-repot mencari pulau itu, tempat itu tidak ada, itu hanya hayalan saja, aku tertunduk, tapi hati kecilku diam-diam keluar dan menasehatiku "wahai anak muda, kau ini bangsa manusia bukan seperti dia yang biasa hidup di dasar lautan, engkau terapung saja sudah hampir mati, apalagi menyelam sampai dasar lautan, kau akan mati sia2, bukan kebahagiaan yang akan kau dapatkan malah sebaliknya kau akan celaka... ayolah berfikir, gunakan akal sehatmu... (lama aku terdiam untuk menjawabnya) "terima kasih...engkau mau mengajak aku ke duniamu, aku lebih memilih untuk meneruskan perjalananku mencari pulau harapan." (terlintas kekecewaan di wajah sang paus) baiklah kalau itu pilihanmu, aku tidak akan memaksamu.
beberapa hari kemudian...ku lihat bayangan hitam yang berdiri sempoyongan ku lambaikan tanganku dengan suara parau aku meminta pertolongan aku tidak tahu bayangan hitam itu malaikat pencabut nyawakah..? atau dewa penolong yang akan menuntunku menuju pulau harapan. bayangan hitam itu menghampiriku perlahan, sampai di hadapanku baru ku lihat dengan jelas bayangan hitam tadi itu adalah sebuah rakit kayu dengan layar putih kusam dan seorang tua berada pd rakit kayu itu, dia mengucapkan salam "asalamualaikum wahai anak muda", akupun langsung menjawabnya"waalaikum salam wahai orang tua"(dalam hatiku ada kegembiraan yang teramat sangat) akupun bertanya "wahai orang tua apakah kau akan menuju pulau harapan ?" (sambil tersenyum) diapun menjawab "betul wahai anak muda (dalam hatiku terus memuji atas kebesaran Nya, karena aku telah bertemu dengan seseorang yang akan mengantarku ke pulau harapan) akupun bertanya lagi "wahai orang tua apakah pulau harapan itu sudah dekat ataukah masih jauh? " orang tua itu menjawab "kira-kira 7 hari perjalanan dengan rakit ku ini." sesaat kemudian orang tua itu menunduk dan berkata dengan pelan "tapi maafkan aku wahai anak muda rakit ku ini tidak bisa untuk di naiki oleh dua orang, karena rakit ku ini telah rapuh oleh badai kemarin hingga banyak kayu yang terlepas dari ikatanya" akupun menjawabnya "tidak apa-apa wahai orang tua, perbolehkan aku berpegangan pada rakit mu" orang tua itu tersenyum sambil berkata"baiklah anak muda berpeganganlah yang kuat kita akan sama-sama menuju pulau harapan" batinku bersorak dan tak putus aku ucapkan puji syukur atas pertolongan Nya. aku terhanyut dalam kegembiraan ku, akupun terlena entah kapan pegangan tangan ku terlepas dari rakit orang tua itu, ketika ku terjaga aku tidak bersama orang tua dan rakitnya itu, yang ku lihat hanya gelap malam dan gemerlap bintang yang menatapku sambil mengajak ku untuk menari.
Hidup adalah pilihan
Jika seseorang memilih pergi dari hidupmu ..
Maka gunakanlah keadaan itu sebagai untuk kau belajar keikhalasan..
Jika seseorang memilih dia dari pada kamu ..
Maka gunakanlah waktu itu untuk kau belajar cara bersabar dalam melupakannya..
Jika seseorang memilih terluka asalkan kau bahagia..
Berarti ia ingin menilai kedewasaan mu dalam memilih mana yang terbaik untukmu..
dan jika seseorang memilih tuk menjauh darimu..
Maka janganlah merasa kau tak sempurna ..
Kadang dia yang hanya merasa tak pantas untukmu..
Hidup adalah belajar
Hidup adalah belajar...
Belajar bersyukur meski tak cukup,
Belajar ikhlas meski tak rela,
Belajar memberi meski tak seberapa,
Belajar memahami meski tak sehati,
Belajar taat meski berat,
Belajar sabar meski terbebani,
Belajar setia meski tergoda,
Belajar mengasihi meski disakiti,
Belajar tenang meski gelisah,
Belajar percaya meski susah,
Tetap semangat menggapai hari esok..!!
Perjuangan
Inti perjuangan adalah menjalani dengan usaha dan ditambahi dengan keiklasan.
ALLAH sebenarnya telah menyediakan penyelesaian atas kesulitan yang kita hadapi,
namun ALLAH tidak segera menurunkan penyelesaiannya karena ingin mengetahui seberapa besarnya cinta kita pada Nya.
Ilmu itu didapat dengan lidah yang gemar bertanya dan akal yang mau berfikir.
Kita menilai diri sendiri berdasarkan apa yang kita perbuat dan orang lain akan menilai kita berdasarkan apa yang telah kita perbuat.
Langganan:
Postingan (Atom)